I am a Sword Otaku, but I died and resurrected as Elf Princess – Chapter 4: Am I Reborn as a Beautiful Elf? [Indonesia Version]

Author Notes: Maaf ya udah lama ga update, sibuk nih banyak kerjaan sama waktu itu kan ada AFAID jadi belom sempet update lagi. Gw janji deh chapter berikutnya bakal update lebih cepet hehe.

Chapter 4: Am I Reborn as a Beautiful Elf? [Indonesia Version]

“Cantiknya…”

Tunggu dulu…
Apakah itu suaraku?
Suaraku menjadi tinggi!?

Ini mustahil.
Aku yang seharusnya gendut dan jelek, sekarang memiliki tubuh seperti ini.
Terlebih lagi sekarang aku bukan laki-laki dan manusia lagi.
Sekarang aku adalah elf perempuan.
Ini sungguh tidak dapat dipercaya.

Tidak kusangka aku berubah menjadi seorang elf yang sangat cantik.
Tapi apa yang bisa kulakukan sekarang ini.
Sekarang aku tahu kalau aku berada dalam tubuh elf tapi aku masih belum memiliki banyak informasi mengenai tempat ini.

Baiklah, untuk sekarang aku akan mencari seluruh ruangan ini.
Mungkin di dalam ruangan ini ada sebuah petunjuk.

Pertama-tama aku akan mengecek lemari sebelah kiri.
Lemari ini dipenuhi dengan gaun.
Gaun-gaun itu memiliki banyak warna dan kebanyakan gaun-gaun itu dapat digunakan untuk pesta.

Ya, bukanlah hal yang aneh untuk melihat ruangan perempuan dengan lemari yang penuh dengan gaun.
Tapi sebenarnya aku tidak pernah ke ruangan perempuan sebelumnya.
Jadi aku tidak tahu seperti apa ruangan perempuan sebelumnya dan menganggap semua perempuan memiliki lemari penuh dengan gaun.

Hal itu membuatku bertanya-tanya, apa gunanya lemari yang satu lagi.
Apakah jumlah pakaian yang perempuan elf ini miliki kurang?

Aku membuka lemari yang satu lagi dan menemukan sesuatu yang tidak kuduga sebelumnya.
Lemari itu penuh dengan peralatan bertarung.
Aku tidak menyangka seseorang yang kaya seperti ini memiliki peralatan bertarung.

Peralatan bertarung meliputi banyak senjata seperti pedang, kapak, anggar, tombak, panah dan lainnya.
Selain itu ada peralatan seperti armor dengan bahan kulit, jaket kulit dan peralatan perang yang ringan lainnya.
Selain itu terdapat pula banyak kertas yang bergambarkan lingkaran dan bintang dan juga beberapa botol yang berisi air yang berwarna merah dan biru.
Kertas itu memiliki tulisan-tulisan yang sama sekali tidak aku mengerti.
Botol berisi air berwarna biru dan merah terlihat sangat berbahaya jadi aku meninggalkannya begitu saja karena aku takut kalau botol tersebut mengandung racun.
Aku tidak ingin mati lagi setelah hidup kembali.

Lemari tersebut seperti storage barang-barang di game RPG.
Apakah tubuh elf ini adalah seorang petarung?
Tapi tangannya begitu langsing dan tidak terlihat seperti seorang petarung.

Tapi dalam RPG ada karakter seperti ini. Mereka memiliki tubuh seperti model tapi mereka bisa bertarung seperti layaknya petarung profesional.
Mungkin tubuh ini adalah salah satu dari mereka.

Ataukah tubuh ini adalah seorang penyihir?
Tapi aku sama sekali tidak melihat sebuah tongkat dalam lemari itu.

Kemudian aku berjalan menuju balkon dan melihat kota dari atas.
Kota itu dipenuhi oleh hutan.
Ya, hal ini tidak terlalu mengagetkan, elf yang kuketahui dari game ataupun film selalu tinggal dalam hutan.
Tapi bedanya, kota ini terlalu besar untuk kota untuk elf.
Mungkinkah kota ini adalah kerajaan elf?
Tapi apakah elf memiliki kerajaan?
Yang kutahu mereka hanya ingin hidup tenang di dalam hutan.
Ya itu yang kutahu dari game yang pernah kumainkan sebelumnya.
Mungkin ada sedikit perbedaan dengan dunia ini.

Sambil mencari tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya, aku melihat diriku lagi di depan cermin.
Wow, ternyata tubuhku ini begitu cantik dan sangat seksi jika aku bisa mengatakannya.

Hmm?
Hehehehe.. Aku baru saja memikirkan sesuatu yang tidak benar saat ini.
Tapi seharusnya tidak apa-apa kan, karena saat ini tubuh ini adalah tubuhku.

Di duniaku sebelumnya, kesempatan ini tidak akan pernah terjadi.
Karena tidak ada seorang perempuanpun yang ingin berteman denganku.
Mereka menganggapku aneh karena aku sangat menyukai pedang lebih dari apapun.
Mungkin itu membuat mereka takut kepadaku.
Tapi, peduli amat dengan hal itu, sebaiknya aku menikmati hal ini terlebih dahulu hehehe…

Aku mencoba untuk membuka gaun ini, tapi…
Aku tidak tahu bagaimana cara melepas gaun ini.
Aku sama sekali tidak tahu bagaimana cara memakai dan melepas gaun ini.
Argh, aku harus mencoba cara apapun untuk melepaskan gaun ini.

Entah sudah berapa lama, dengan cara apapun yang ku ketahui aku sama sekali tidak bisa melepaskan gaun ini.
Aku mencoba melihat ingatan dari tubuh ini tapi aku tidak mendapatkan apapun.
Aku tidak bisa melepaskan gaun ini tapi aku bisa merasakan tempat-tempat sensitif pada tubuh ini.

Saat aku mencoba untuk menyentuh bagian dada, tiba-tiba pintu keluar dari ruangan ini terbuka dengan suara yang begitu kencang.
Dari balik pintu, seorang maid dengan wajah yang sangat serius muncul.
Aku sangat kaget dan saat itu aku masih menyentuh bagian dada dari tubuh ini dengan tampang yang sangat mesum.

Tiba-tiba maid itu berkata kepadaku.

“Jadi, kau sudah bangun, Alicia-sama.”
“Eh?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s