I am a Sword Otaku, but I died and resurrected as Elf Princess – Chapter 2: The Dark World [Indonesia Version]

Semuanya gelap gulita.
Tidak ada suara.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada apapun yang bisa kulihat ataupun kudengar.

Aku tidak bisa bergerak.
Walaupun aku mencoba menggerakannya aku tetap tidak bisa bergerak.

Apakah aku sudah meninggal?
Ya, jika aku ingat kembali, barusan aku tertabrak oleh sebuah truk.
Tubuhku melayang dan pada saat tubuhku menyentuh tanah, tubuhku hancur berkeping-keping.

Selagi menunggu waktu berlalu, aku merasakan tubuhku ditarik oleh sesuatu.
Tapi ini sangatlah nyaman.
Aku belum pernah merasakan hal seperti ini.

Inikah rasanya dibawa menuju ke surga?
Tapi apakah aku akan dibawa ke surga?
Aku ingat kalau aku memiliki banyak dosa.
Tapi perasaan ini sungguh-sungguh membuatku merasa nyaman.

Tiba-tiba muncul sebuah cahaya.
Cahaya yang menghangatkan tubuhku.

“Disitu kau rupanya…”
“Aku sudah lama mencari dirimu.”

Siapa? Siapa yang berbicara denganku?

“Akhirnya, dengan ini kita bisa menyelamatkan dunia.”

Menyelamatkan dunia? Apa yang kau bicarakan? Lagipula aku sudah mati dan duniaku saat ini juga dalam keadaan damai.

“Hei, cepat! Kita tidak punya banyak waktu.”

Aku mendengar suara orang lain yang berbeda dari yang pertama kudengar. Ada berapa orang sebenarnya yang ada disana?
Lagipula walaupun aku bisa mendengar suara mereka, tapi aku tidak bisa melihat mereka.
Yang aku lihat hanyalah sebuah cahaya dan aku tidak bisa melihat hal lainnya.

“Baiklah, siapapun dirimu, dengarkan kata-kataku dengan seksama.”

“Aku akan memberikanmu kesempatan kedua untuk hidup kembali.”

Apa? Mereka bilang aku akan mendapatkan kesempatan untuk hidup lagi?

“Namun… bisa… menggunakan… untuk…”

Apa? Apa yang baru saja kau katakan? Kenapa kau berbicara seperti itu.
Aku tidak mengerti kalau kau berbicara putus-putus seperti itu.

“Dengan… carilah… simbol… Jara…”
“Tolong jaga… dan …selamatkan dunia.”
“Aku…mengandalkan…”

Kenapa mereka berbicara seperti itu?
Apakah mereka pikir aku mengerti apa yang mereka bicarakan jika mereka berkata seperti itu?

Cahaya itu makin lama semakin membesar dan membesar.
Aku tidak bisa lagi mendengar suara mereka
Dan seiring aku terhisap oleh cahaya itu, kesadaranku pun menghilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s