I am a Sword Otaku, but I died and resurrected as Elf Princess – Chapter 1: Love Swords, Hate Guns [Indonesia Version]

Chapter 1: Cinta Pedang, Benci Senapan

“Dor!”

Suara tembakan memenuhi seisi ruangan.
Aku sedang duduk di barisan tengah sambil mengunyah popcorn

Film ini sudah hampir mencapai akhir
Tapi sayangnya aku sama sekali tidak merasa puas dengan film seperti ini.

Saat filmnya selesai dan layar credit muncul, aku mulai berpikir.

Film Hollywood sangatlah membosankan.
Mereka hanya menggunakan senapan saat mereka bertarung.
Bahkan walaupun ada pertarungan jarak dekat, mereka hanya beradu gulat. Mereka hanya menggunakan tinju dan tendangan saja.
Yah, kadang-kadang mereka juga menggunakan pisau tapi ya tetap saja aku sama sekali tidak tertarik dengan pertarungan pisau.

Sungguh membosankan.
Tidakkah ada bagian dimana mereka menggunakan senjata seperti pedang.
Aku merasa ada beberapa yang menggunakannya tapi menggunakan senjata seperti itu biasanya tidak akan berlangsung lama.

Seperti salah satu bagian dari film Mecha Hollywood yang aku ingat.
Mereka menggunakan senjata setelah menggunakan kapal sebagai senjata mereka.
Kenapa mereka tidak menggunakan senjata itu dari awal kalau mereka memilikinya? Daripada menggunakan kapal sebagai senjata sebaiknya mereka menggunakan pedang itu sejak awal.

Tapi jujur saja aku bingung, bagaimana mereka bisa menjadi film yang sukses hanya dengan menggunakan adegan bertarung yang itu-itu saja?
Kenapa tidak ada film Hollywood yang menggunakan senjata seperti pedang atau sihir.

Ya aku rasa ada film yang menggunakan sihir, tapi bahkan dalam film tentang penyihir yang terkenal itu, tidak ada satu adegan pun yang menggunakan lingkaran sihir.
Mereka hanya menggunakan tongkat sihir dan ramuan sihir, padahal seharusnya penyihir juga menggunakan yang namanya lingkaran sihir.

Dalam Anime, karakternya bertarung tidak hanya mengandalkan tangan kosong, tapi mereka juga menggunakan senjata dan juga sihir.
Bahkan mereka juga menggunakan skill-skill yang terlihat begitu keren.
Film Hollywood? Dimana aku bisa menemukan hal itu?

Sebenarnya itu adalah keluh kesahku sebagai Sword Otaku, orang yang sangat suka sekali dengan pedang. Semua orang selalu menganggapku sebagai orang aneh dan bahkan mereka menganggap aku sangat berbahaya.
Padahal bukankah senapan lebih berbahaya? Pedang hanya bisa menyerang dari jarak dekat namun senapan bisa menyerang dari jarak jauh.

Ngomong-ngomong, bukankah pedang jauh lebih hemat sumber daya daripada senapan? Mereka hanya perlu mempertahankan ketajaman pedang tersebut hanya dengan mengasah pedang tersebut.
Di sisi lain, senapan menghabiskan begitu banyak sumber daya dalam pembuatan peluru mereka dan peluru mereka hanya bisa digunakan sekali dan tidak bisa digunakan lagi setelah menembak.

Sayangnya, games yang populer saat ini kebanyakan adalah FPS atau first-person shooter dan itu adalah jenis game yang paling aku tidak suka.
Aku tidak mengerti kenapa mereka menyukai game seperti itu. Game itu sama sekali tidak memiliki cerita yang sangat bagus menurutku.
Mereka hanya peduli dengn grafis dari game tersebut.
Jujur saja aku benci dengan game seperti itu.
Buatku, aku lebih memilih game dengan cerita yang sangat bagus seperti RPG.

Kembali lagi ke permasalahan senapan.
Sebenarnya, apa yang menarik dari senapan?
Bentuk mereka hanya begitu-begitu saja dan tidak banyak perubahan.
Aku lebih memilih pedang. Mereka terlihat lebih keren dan lebih indah.
Tapi sepertinya dunia ini lebih menyukai senapan daripada pedang.
Haah.. Aku ingin sekali tinggal di dunia fantasi dimana pedang jauh lebih populer.

Gantungan kunci yang aku gunakan sekarang, Zephyr Tempest adalah salah satu gantungan kunci berbentuk pedang yang aku buat sendiri.
Sebenarnya aku suka membuat pernak-pernik dengan bentuk seperti pedang.
Untungnya ada Otaku lain yang sepertiku yang suka membeli dariku.
Sebenarnya membuat pernak-pernik ini adalah pekerjaanku. AKu mencari nafkahku sendiri dengan menjual pernak-pernik seperti ini di acara-acara tertentu.
Tapi sayangnya tidak ada orang lain yang mau membeli pernak-pernik seperti ini selain para Otaku.
Sepertinya saat ini sudah tidak banyak orang yang menyukai hal seperti ini.

Aku menghela nafas sambil mendengarkan musik dari headphoneku.
Sebenarnya saat aku berkeluh kesah tadi, aku berkeluh-kesah sambil berjalan pulang ke rumah.
Kemudian aku mengambil alat pemutar musik dari kantong celanaku untuk mengganti lagu lain.

Saat ini aku sedang menyebarang jalan.
Tapi aku tidak melihat sekeliling karena aku sedang memilih lagu.
Tiba-tiba sebuah truk dengan kecepatan sangat tinggi melaju ke arahku.
Aku tidak bisa mendengar itu dari kejauhan karena aku masih mengenakan headphoneku dan saat aku bisa mendengar suara truk itu, truk itu sudah mengklakson dan berada tepat di depanku.

Truk itu tidak bisa menurunkan kecepatannya.
Saat aku melihat truk itu, semuanya sudah terlambat.
Truk itu menabrak diriku.

Ya, aku meninggal dunia.
Aku meninggal saat aku tertabrak oleh truk tersebut.
Tubuhku terpental dan hancur.
Darah mengucur dimana-mana.
Di tengah pemandangan yang sangat mengerikan itu, kesadaranku pun menipis dan kemudian menghilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s